Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label wisata vientiane

7 hari, 4 negara, 3 jutaan (asean trip episode 6: Traveldrama - 24 Jam naik “Hell Bus”)

“Pake jaketnya bun, kayaknya mau hujan”.kata gw menyuruh istri memakai jaketnya. Sore hari itu setelah 1 hari menikmati Vientiane yang sangat panas, langit mulai sangat gelap, kilat menyambar bersambung-sambungan, dan angin kencang menerbangkan debu-debu tebal di jalanan Vientiane, membuat kami yang berada di belakang mobil jemputan menutup mata dan hidung dengan tangan agar debu-debu yang diterbangkan angin tidak terhirup. Ya, memang ini disebut mobil jemputan, tapi ini adalah mobil bak terbuka yang diberi atap dan bangku di bak belakang, huffttt. Benar saja, rintik hujan mulai turun saat kami memasuki terminal Dong dok atau Southern East Terminal. Membuat kami mempercepat langkah mengikuti supir jemputan kami yang sudah sangat cepet berjalan di depan kami sehingga kami hampir kehilangan jejaknya, coba dia juga bawa tas ransel dengan berat 10kg lebih, pasti akan lambat juga. Saat memasuki bis,sang supir memberikan sebuah kantong plastic hitam, bingung dengan kantong itu, gw bertanya ...

7 hari, 4 negara, 3 jutaan (episode 5 : Yang bisa dilakukan satu hari di Vientiane, Ibukota tersantai)

first touchdown Laos      Apa yang ada di bayangan lu kalo disebutkan kata Ibukota Negara??, gedung pencakar langit?, macet parah?, banyak mall supermegah??. Kalo lu berpikiran seperti itu berarti sama kayak gw. Tapi lu pasti terkejut kalo dikagetin saat lu main ke Vientiane, Ibukota Negara ini kelihatan kaku kayak kanebo kering seperti kota sedang, mungkin kalau di Indonesia seperti Jogja tahun 2000an. Pertama kali menginjakkan kaki di Vientiane, kesan pertama yang gw tangkap adalah santai. Kalau biasanya ibukota Negara identik dengan macet, disini lalu lintas lengang, antrian kendaraan cuma ada di lampu merah. Sepanjang yang gw lihat, gak ada gedung pencakar langit, hanya ada banyak ruko yang berjajar. Mal tempat gw makanpun terlihat kumuh, bahkan arion mal (arion ya, yang di rawamangun, bukan AEON) masih lebih bagus jika dibandingkan mal morning market ini. Jadi, apa aja yang bisa lu lakuin di kota ini dalam satu hari?? Banyak banget, lu bisa kayang di zebra cross, l...

7 Hari, 4 Negara, 3 Jutaan (Episode 4 : Menembus perbatasan Thailand – Laos dengan jalur darat)

Suasana Pagi Di Terminal Nong Khai Gw sampai di Nong Khai (kota perbatasan Thailand – laos ) sekitar jam 7 pagi, bis malam menurunkan gw di terminal, setelah itu ga berapa lama setelah gw turun bis langsung pergi lagi, untung gw gak ketiduran, kalo iya bisa ga jelas nyasarnya. Dari terminal Nong Khai ini untuk ke perbatasan laos dari riset gw sebelumnya adalah naik tuk-tuk dengan biaya 50 baht, lalu setelah melewati imigrasi lanjut naik tuk-tuk lagi ke morning market di Vientiane dengan biaya 100 baht, tapi gw nemu cara jauh lebih murah, yaitu naik bis langsung nong khai – Vientiane dengan biaya Cuma 60 baht. Bis ini ga setiap waktu ada, tapi terjadwal di jam-jam tertentu jadi jangan sampai telat ya, gw naik jadwal paling pertama, yaitu jam 7.30, dan untungnya masih tersisa 2 kursi dibelakang buat gw dan istri, Lucky us. Loket tiket Bis Nong Khai - Vientiane (Morning Market Terminal) Bis Nong Khai - Vientiane (morning market terminal) Di dalam bis (abaikan wajah capek dan ngantuknya)...