Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kuala lumpur

Jangan Lewat Imigrasi ini, pokoknya Jangan !!!

Jam 9 malam di LRT Kuala Lumpur menuju Hotel Kalau bisa dibilang imigrasi yang paling menyebalkan dari semua imigrasi darat yang pernah saya coba, imigrasi inilah yang saya anggap juaranya. Loket padat, check. Diselak, Check, Hampir ribut dengan nenek-nenek dari India yang menyelak antrian dan membawa koper-koper besar, check. Panik karena hampir ketinggalan bis ke Kuala Lumpur, Check.  Silahkan Baca disini dan disini untuk pengalaman melewati imigrasi darat lainnya Yup, kalian sudah bisa menebak. Imigrasi tersebut adalah JB CIQ di Johor Bahru. Sudah banyak blogger yang mengingatkan supaya jangan lewat imigrasi ini, terlebih lagi saat weekend. Tapi karena jadwal yang mengharuskan melewati imigrasi ini di hari sabtu, kami sekeluarga mau tidak mau melewati imigrasi ini di Sabtu Pagi. Kami menghabiskan total waktu 4 Jam untuk menyebrang dari Singapura. Capek, Emosi, Lapar dan Haus Jadi satu. Pokoknya menyebalkan.  Berikut adalah ceritanya. Singapura - 8 Pagi. Kami baru saja kel...

7 hari, 4 Negara, 3 Jutaan (Asean Trip Episode 1 : Hectic hari pertama )

Rabu, 18 november 2015, perjalanan menjelajah 4 negara asean ini akan dimulai dengan 2 pesawat berbeda, tujuan akhir gw adalah Bangkok. Ribetnya kedua penerbangan ini bukan connecting flight, jadi gw harus check in di 2 bandara berbeda, yaitu di Soeta dan KLIA2 di kuala lumpur. Kalo yang belom tau, biasanya check in ditutup 1 jam sebelum keberangkatan buat penerbangan internasional, peraturan itu ada di tiket yang biasanya dikirim ke email. Berikut ceritanya 12.00 : gw buru – buru cabut dari kantor di daerah gatot soebroto naik taksi ke bandara, sebenernya naik taksi buat backpacker hukumnya haram, tapi karena kepepet ya jadilah gw ke bandara naik taksi. 12.15 : macet di daerah semanggi, gw mulai harap – harap cemas. 13.30 : setengah jam sebelum check in ditutup gw berhasil check in, pesawat gw dari Jakarta ke Kuala Lumpur dijadwalkan jam 15.05, disini mulai agak santai, hufffttt. 15.00 : pesawat belom keliatan di apron, gw kembali harap – harap cemas, bulak balik ngeliat ke landasan b...

Just Another 2 Negara 3 Kota (Episode 5: Hat Yai, Thailand day 2 )

View from my Hotel Room                             Pukul 5 pagi alarm membangunkan gw, sebenernya gw masih agak ngantuk dan pengen bangun siang, tapi berhubung gw udah punya janji sama orang, ya gw paksain bangun, hufftt. Setelah ngumpulin nyawa gw pun mandi, setelah itu tanpa membantu ibu membersihkan tempat tidur, gw langsung check out menuju Lee garden Plaza buat menemui kak Misrina dan kakaknya. Mau ngapain gw ketemu sama mereka??, itu ada di episode 4 , baca dulu ya bagi yang belum baca atau lupa. Jalanan kota Hat Yai di sabtu pagi ini lengang banget, mungkin karena hari libur kali ya, makanya masih sepi. Jam 7 kurang gw udah sampe di tempat yang udah disepakati. Sebelum gw dateng mereka udah nawar tuk-tuk duluan, dan dikasih harga 1.800 bath untuk mutar muter seharian, anjrit mahal banget, tapi untungnya mereka juga sadar kalo itu mahal, akhirnya gw dan Kak Misrina besert...

7 hari, 4 Negara, 3 jutaan

                Hoooiiiiiiiiiiiiii pemirsahhhhh, ini akan menjadi tulisan gw yang paling baru. Gw baru aja pulang dari petualangan backpacker ke 4 negara asean, kemana aja???. Gw ke Kuala Lumpur – Malaysia, Bangkok-Thailand, Vientiane – Laos, dan yang paling utama yaitu ke Hanoi – Vietnam, mengunjungi salah satu tempat indah di bumi bernama Halong Bay. dan semua negara itu gw ngeteng sengeteng ngetengnya tanpa bantuan tour dan travel, kecuali di halong bay ya.  Dalam trip ini gw ga sendiri, tapi berdua sama istri sekalian honeymoon trip merayakan 1 tahun pernikahan gw. Banyak yang terjadi dalam perjalanan ini, mulai dari Hectic di bandara, warga Bangkok yang ramah, naik bis berkursi pijat, solat jumat 15 menit di Vientiane,  7 Jam tertahan di perbatasan, 24 jam di sleeper bus, Hanoi yang murah tapi mahal, susahnya cari makanan halal, dream come true melihat Halong Bay, sampai deg-degan di Kuala Lumpur. Di akhir seri tulisan ini, gw bakal...

Mini Story : Sleeper Class Train antar Negara (Hat Yai – Kuala Lumpur)

Upper Berth Compartement         Dalam perjalanan Just Another 3Kota 2 Negara , gw berkesempatan buat nyobain kereta antar Negara dari Hat Yai Ke Kuala Lumpur. Ini adalah posting review gw mengenai kereta sleeper class, bagian dari episode 5 yang akan dirilis kemudian. Saat kembali ke Kuala lumpur dari hat Yai, gw sengaja memilih naik kereta. Alesannya sederhana, gw pengen ngerasain gerbong yang ga ada di Indonesia, yaitu gerbong dengan tempat tidur dan Juga pengen ngerasain lewat di dua perbatasan yang berbeda. Kalo bis, minivan dan mobil lewat di daerah Bukit kayu Hitam, seperti yg gw ceritain di episode 4 , maka kereta ini lewat di daerah Padang Besar. Kereta yang berangkat dari Hat Yai ini Cuma 2 gerbong, dan setelah memasuki perbatasan di daerah Padang Besar gerbong akan ditambah menjadi 10 atau 12 tergantung jumlah penumpang saat itu, dan kelas gerbong akan lebih bervariasi, bukan hanya sleeper class yang gw naikin, tapi akan ada 1 st class dan 2 nd class. In...

Just Another 2 Negara 3 Kota (Episode 3 : Goergtown Penang )

Setelah menjelajah dan melihat isi Fort Cornwallis , gw melanjutkan melangkah ke arah salah satu world heritage Site oleh Unesco, yaitu Goerge town. Dan backpacking gw di penang pun berlanjut. Gw keluar ke arah kanan dari gerbang tempat gw masuk tadi, kembali ke arah pantai. Lalu menuju ke kiri, gw melewati sebuah taman dipinggir laut yang sepertinya enak untuk duduk-duduk santai, tapi gw lebih memilih melanjutkan perjalanan, setelah beberapa langkah gw sampai di salah satu monument yang bikin hati agak miris. Monument itu adalah War Monument, yaitu monumen untuk memperingati perang yang sudah terjadi, ada perang dunia 1, perang dunia 2, dan perang dalam negeri Malaysia, termasuk konfrontasi Indonesia – Malaysia. “ Perang mungkin membuat kepuasan batin karena bisa saling mengalahkan, tapi yang tersisa dari egoisme masing-masing hanyalah kehancuran.” Di seberang War Monument terdapat sebuah gedung megah yang bergaya victoria, gedung tersebut terlihat terawat dengan cat putih bersih sepe...

Mini Story : Cendol Legendaris di Penang

Promosi wisata yang cukup sukses dibidang kuliner yang dilakukan pemerintah Malaysia salah satunya Cendol di Penang ini. Gw ga tau gimana ceritanya cendol yang secara umum kita sebagai orang Indonesia tau berasal dari bandung, bisa dibuat sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan salah satu ikon kuliner di penang. Di komtar, ada satu toko yang menjual cendol Malaysia ini, gw pun tergelitik untuk memasuki toko tersebut. Karena didalam agak penuh, gw akhirnya memilih duduk diluar, walaupun suhu udara agak panas, duduk diluar cukup menyenangkan karena ada kanopi yang menghalangi sinar matahari. Interior toko ini terlihat sederhana dengan cat berwarna abu-abu, di dinding banyak foto-foto jadul mengenai toko ini.  Meja dan kursinya pun campuran, meja kayu dipadukan dengan kursi kayu didalam, dan diluar meja kayu tersebut disandingkan dengan kursi plastik. Setelah duduk, pelayan langsung memberikan gw buku menu, banyak variasi cendol disini, yang menarik perhatian gw adalah cendol durian y...

Just Another 2 Negara 3 Kota (Episode 2 : Fort cornwallis)

Cerita backpacking penang gw berlanjut, supaya lebih nyambung, ada baiknya baca yang episode 1 dulu. Sebenernya pagi ini gw berniat bangun jam 5, tapi apa daya, gw kebangun 1 jam lebih lambat, yaitu jam 6. Di penang zona waktu yang dipakai adalah GMT+8, jadi jam 6 disana itu masih subuh dan gelap. Gw langsung aja bengang bengong ga jelas ngumpulin nyawa, abis itu gw langsung packing dan mandi, lalu tanpa membantu ibu membersihkan tempat tidur gw langsung check out dan mencari dimana travel tempat gw akan naik minivan ke Hat Yai. Lokasi New Asian Travel ini agak nyempil, tapi insting seorang petualang selalu bener, dengan sekali belok gw langsung menemukan dimana lokasi travel ini. Ngapain hayo gw disini, ada yang  tau ga??. Bukan, gw disini bukan untuk ngelamar jadi supir bis, atau ngelamar yang jaga, karena yang jaga disini kakek-kakek . gw disini buat nitip tas ransel, jadi gw bisa jalan-jalan tanpa beban. Setelah tas aman, gw menuju tujuan pertama, yaitu fort Cornwallis yang ad...