Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label backpacking hanoi

7 Hari, 4 Negara, 3 Jutaan (Episode 9 : Bye Halong Bay)

“Hello, welcome to our tur. today we will visit Halong Bay. But which Halong Bay we will visit today”. Hahh *zoom in zoom out*, gw yang lagi bengang bengong memperhatikan jalan seketika jadi memperhatikan si tour guide yang lagi berbicara di depan. Hari ini gw dan bu istri akan menuju ke salah satu destinasi impian kami, yaitu Halong Bay. Sementara mengumpulkan receh untuk ke Raja Ampat, kami baru mampu untuk ke kembarannya di Vietnam. Si tour guide melanjutkan lagi “ Halong bay which far from Hanoi, or Halong bay which nearby from Hanoi”. Semua penumpang di bis bengong dan bingung, saling membahas dengan teman sebelahnya. Gw masih serius memperhatikan. Lalu si tour guide menjelaskan bedanya Halong Bay yang jauh dan dekat dari Hanoi. Yang dekat adalah tour melintasi sungai dengan kapal kecil berisi hanya 3 orang di daerah yang gw lupa namanya, tapi dengan pemandangan bukit-bukit kapur yang indah. Sedangkan yang jauh adalah halong bay yang sudah terkenal itu, iya itu. Selang satu jam pe...

7 Hari, 4 Negara, 3 Jutaan (Episode 8 : Hanoi yang kece)

Ho Chi Minh Mausoleum     Setelah Hari ini gagal ke halong Bay, hari ini gw merubah itinerary. Hari ini gw dan bu istri akan menjelajah Hanoi khususnya seputaran old quarter. Sebelumnya gw mencoba sarapan di Hotel. RESTORAN HOTEL KECE DENGAN STAFF YANG RAMAH Restoran di Splendid Jupiter Hotel ini kece abis. Terletak di lantai paling atas, yaitu lantai 8, restoran hotel ini menyuguhkan pemandangan city view Hanoi dan Hanoi Cathedral. Kekurangannya Cuma satu, yaitu kecil banget, mejanya Cuma ada 4. Kejutannya, menu disini disajikan buffet yang cukup lengkap, mulai dari jenis roti dengan berbagai macam selai, juga ada buah-buahan yang banyak. Kerennya lu bisa nambah mesen makanan yang ada di buku menu, mulai dari banh mi (sandwich khas Vietnam), pho (mie khas Vietnam), sampai omelet dengan berbagai macam toping, tapi ya itu, gak halal semua. Staf yang menjaga restoran ini Cuma ada satu, namanya Michel. Orangnya ramah abis, dia bakal ngobrol panjang sama tamu-tamu, mulai dari nany...

7 hari, 4 negara, 3 jutaan (asean trip episode 7: First touch down, Hanoi)

Akhirnya Gegoleran di kasur setelah 3 Hari tidur di jalan Supir-supir taksi langsung mendatangi kami yang baru turun dari bis, seperti semu-semut yang mendatangi gula. Ya, gw memang manis, tapi ga mau juga sama bapak-bapak supir taksi, emang gw cowo apaan….#ehemmm #abaikan. Setelah mengambil tas, gw memilih random salah satu supir taksi dan mulai tawar menawar, karena sebelumnya gw udah ngobrol sama salah satu crew bis saat terjebak drama di imigrasi , gw jadi tau berapa harga transportasi dari terminal ke hotel di daerah Hoan Kiem lake, gw menyimpulkan harga wajarnya adalah 100 ribu Vietnam Dong(selanjutnya ditulis Dong saja) paling mahal 120 ribu. Si supir menunjukkan Handphone miliknya, bukan dia bukan mau menjual Handphone, tapi menunjukkan kalkulator untuk tawar menawar. Dia menjual jasanya sebesar 400 ribu Dong, no wayyy, gw langsung nawar 100 ribu, lalu melengos pergi, si supir masih mengejar, dia menurunkan jadi 250 ribu, gw masih tetep nolak karena masih mahal, gw menaikkan ta...

7 hari, 4 negara, 3 jutaan (asean trip episode 6: Traveldrama - 24 Jam naik “Hell Bus”)

“Pake jaketnya bun, kayaknya mau hujan”.kata gw menyuruh istri memakai jaketnya. Sore hari itu setelah 1 hari menikmati Vientiane yang sangat panas, langit mulai sangat gelap, kilat menyambar bersambung-sambungan, dan angin kencang menerbangkan debu-debu tebal di jalanan Vientiane, membuat kami yang berada di belakang mobil jemputan menutup mata dan hidung dengan tangan agar debu-debu yang diterbangkan angin tidak terhirup. Ya, memang ini disebut mobil jemputan, tapi ini adalah mobil bak terbuka yang diberi atap dan bangku di bak belakang, huffttt. Benar saja, rintik hujan mulai turun saat kami memasuki terminal Dong dok atau Southern East Terminal. Membuat kami mempercepat langkah mengikuti supir jemputan kami yang sudah sangat cepet berjalan di depan kami sehingga kami hampir kehilangan jejaknya, coba dia juga bawa tas ransel dengan berat 10kg lebih, pasti akan lambat juga. Saat memasuki bis,sang supir memberikan sebuah kantong plastic hitam, bingung dengan kantong itu, gw bertanya ...