Langsung ke konten utama

7 Hari, 4 Negara, 3 Jutaan (Episode 4 : Menembus perbatasan Thailand – Laos dengan jalur darat)

Suasana Pagi Di Terminal Nong Khai
Gw sampai di Nong Khai (kota perbatasan Thailand – laos ) sekitar jam 7 pagi, bis malam menurunkan gw di terminal, setelah itu ga berapa lama setelah gw turun bis langsung pergi lagi, untung gw gak ketiduran, kalo iya bisa ga jelas nyasarnya.

Dari terminal Nong Khai ini untuk ke perbatasan laos dari riset gw sebelumnya adalah naik tuk-tuk dengan biaya 50 baht, lalu setelah melewati imigrasi lanjut naik tuk-tuk lagi ke morning market di Vientiane dengan biaya 100 baht, tapi gw nemu cara jauh lebih murah, yaitu naik bis langsung nong khai – Vientiane dengan biaya Cuma 60 baht. Bis ini ga setiap waktu ada, tapi terjadwal di jam-jam tertentu jadi jangan sampai telat ya, gw naik jadwal paling pertama, yaitu jam 7.30, dan untungnya masih tersisa 2 kursi dibelakang buat gw dan istri, Lucky us.

Loket tiket Bis Nong Khai - Vientiane (Morning Market Terminal)




Bis Nong Khai - Vientiane (morning market terminal)

Di dalam bis (abaikan wajah capek dan ngantuknya)

Dalam bis

Dari terminal Nong Khai ke perbatasan memakan waktu sekitar 20 menit. Sesampainya di imigrasi Thailand, gw lancar-lancar aja dapetin cap keluar di paspor, bis ini akan menunggu semua penumpang selesai melakukan urusan administrasi di imigrasi, setelah lengkap baru bis ini berangkat ke imigrasi Laos melewati friendship bridge, ini adalah jembatan yang unik karena ada jalur kereta di tengahnya. Sekitar 5 menit kemudian gw sampai ke imigrasi laos.

#info : kalo lo pake cara ngeteng, yaitu dengan naik tuk-tuk, maka lu harus naik bis antar perbatasan Thailand-Laos ini dengan biaya 20 baht. Ga bisa jalan kaki ya, entah kenapa gw ga tau.
Di imigrasi masuk laos ini agak unik menurut gw, karena turis diharuskan bayar biaya administrasi (atau biaya lembur petugas ya??), untuk masuk lu bakal kena biaya administrasi sekitar 10.000 KIP, dan kalau lu masuk pas weekend bakal lebih gede lagi biaya administrasinya yaitu jadi 20.000 KIP.  peraturan yang aneh. kalau lu ga ada KIP disitu ada money changer kok, jadi aman. tapi ya itu, kursnya agak jelek.

Perbatasan Thailand - Laos (sisi Thailand)

Suasana Perbatasan Thailand - Laos

Disini gw agak bingung dan jadi bulak balik karena gw ga ngerti harus beli tiket administrasi seperti yang gw jelasin di atas. Jadi rutenya seperti ini,jangan maen nyelonong aja kalo ga mau bulak balik :

    1.  Beli tiket administrasi di loket
    2.   Setelah itu cap paspor di loket imigrasi
    3.   Masukan tiket administrasi tadi ke gate
    4.    Selesai

Saat itu gw langsung nyelonong aja ke imigrasi, jadi pas di gate keluar gw bingung karena ga bisa kebuka, mana petugasnya ga bisa bahasa inggris, jadi gw bingung dan agak lama, sehingga gw jadi penumpang terakhir yang naik ke bis. Untung aja bisnya masih setia nungguin, huft.

Perjalanan ke morning market dari imigrasi memakan waktu sekitar 1 jam, agak lama si emang. Tapi lumayan ngirit lah kalo naik bis ini. Sesampainya di terminal Morning Market mulai banyak calo-calo yang nawarin bis ke kota-kota lain di laos, gw langsung nyelonong aja masuk ke Mall morning marketnya, abis mereka nyerocosnya pake bahasa Laos, kan gw ga ngerti, setelah gw tolak-tolakin mereka jadi ngedumel ga jelas.

Di dalem mall, gw menukarkan uang dollar Singapore gw ke KIP, mata uang laos. Setelah itu gw nyari food court di lantai 3, dan disini gw makan di satu-satunya stall yang halal. Menunya??, ya standar aja comfort food seperti nasi goreng dengan berbagai toping.

Stall Halal di food court morning market mall lt. 3

Nasgor ala Laos

Setelah makan dan melihat keadaan, gw mencari tour and travel buat membeli tiket bis Vientiane ke Hanoi, dan ternyata ada di dalam mall, yaitu di lantai dasarnya. Gw beli tiket seharga 30 USD, agak overprice si karena harga wajarnya sekitar 23 USD. Tapi saat itu gw udah capek banget menggendong ransel yang sekitar 10 kg dan udah males untuk nyari operator tour lain. setelah administrasi selesai dan tiket udah di tangan, gw siap untuk menjelajah Vientiane ini seharian. Oh iya, si pemilik tour bilang gw udah harus standby di tempatnya dia jam 15.30 sore untuk dijemput operator bis dan diantar ke terminal Dong Dok atau Southern bus terminal, gw menitipkan ransel di tempat tour and travel tersebut, sehingga gw Cuma bawa daypack yang agak enteng. Gak kebayang bawa ransel sebesar itu untuk jalan-jalan di udara Vientiane yang panas berdebu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pensiun Backapcker : Episode 4 (Final) - Unesco World Heritage Site Angkor Wat

Tiket Masuk Siem Reap Jam 4 kurang saya sudah bangun, setelah mandi dan sarapan seadanya saya solat dan keluar hotel. Tuk-tuk sudah standby saat saya keluar hotel. Setelah saya naik, kami langsung melaju ke tempat penjualan tiket. Tempat penjualan tiket terletak agak jauh dari pintu masuk candi pertama, sekitar 6 KM. Suasana Jalan dari hotel ke tempat penjualan tiket sangat sepi, hanya beberapa kendaraan melaju pelan, udaranya sejuk cendreung dingin, sangat segar. Setelah mendapat tiket one day, saya langsung menuju ke tempat melihat sunrise, yaitu Angkor Wat.  Jadi Angkor Wat ini adalah salah satu nama candi dari banyaknya komplek candi di kota Siem Reap ini. Ada puluhan candi yang ada di Kota ini, dan bisa memakan waktu berhari-hari untuk menjelajah seluruh candi. Untuk bule-bule yang cutinya banyak atau memang resign dari pekerjaannya dan menikmati hidup menjelajah seluruh dunia, banyak yang membeli tiket 7 hari untuk menjelajahi komplek Angkor ini dengan bersepeda. ...

Babymoon Jepang : Episode 1 (Tokyo day 1)

Setelah kira-kira 6,5 Jam perjalanan, yang mana adalah durasi terlama gw selama naik pesawat, sekitar jam 22.30 akhirnya gw sampai di Haneda, gw exited banget, foto sana sini, walaupun diluar gelap dan yang kefoto cuma city view yang sama kayak Jakarta. Antrian imigrasi di Jepang panjang dan mengular, tapi petugasnya sigap banget. Ternyata mereka lagi menerapkan system imigrasi baru, jadi ya pas antri gw dikasih form survey gitu, tapi gw Cuma harus ngasih form itu ke petugas di meja imigrasi. 15 menit kemudian gw udah resmi masuk jepang, negeri impian gw sedari kecil, tugas selanjutnya yaitu mencari spot tidur (untuk spot-spot yang bisa dipake tidur baca disini ) Gw dan bu istri belum bisa tidur walaupun waktu udah menunjukkan jam 12 malam, selain karena udah banyak tidur di pesawat juga karena Jepang lebih cepet 2 jam dari Indonesia, jadi jam biologis tidur gw belom menyesuaikan dengan jepang. Tapi setelah merem-merem dikit dan terlentang di bangku bandara yang empuk, gw akhirnya pule...

Babymoon Jepang Day 3 : Seharian main di Universal Studio Japan

Perjalanan dari Tokyo ke Osaka menggunakan willer bus memakan waktu 8 jam, dan benar-benar tepat. Pukul 8 tepat kami sudah sampai di pemberhentian terakhir yang kami pilih, Universal Studio Japan. Antrian tiket pagi itu sangat ramai dan panjang, wajar saja karena saat itu hari minggu. Saya dan Bu istri langsung ikut mengantri. Walaupun sangat ramai antrian berjalan tertib dan lancar, juga cukup cepat. Tidak sampai 20 menit saya sudah mendapatkan tiket dan langsung menuju locker room untuk menaruh tas dan mengganti baju, maklum tidak mandi, haha. Antrian USJ Biaya titip barang di Locker USJ Locker USJ Harga Tiket Tujuan utama kami adalah The Wizarding world of Harry Potter satu-satunya di daratan asia. Memasuki hutan yang saya lupa namanya ini, hawa Harry Potter sudah mulai terasa. Disini kita bisa melihat mobil yang menabrak pohon saat digunakan Ron dan Harry untuk masuk ke dunia sihir Tiket USJ Antri !!!! Setelah itu kita akan memasuki daerah Hogsmeade, disini setiap sudut sepertinya ...