Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label tips

7 hari, 4 negara, 3 jutaan (asean trip episode 3: Bangkok yang ramah part 2)

Suasan Terminal Chatuchak Gw melihat peta petunjuk arah dari stasiun-stasiun BTS dengan serius, kelelahan karena berjalan selama hampir 30 menit dengan menenteng ransel yang hampir 10kg dari terminal bis chatuchak ke BTS Mochit membuat gw agak bodoh dalam menentukan arah, gw terus mencerna gambar yang ada di depan gw sampai sebuah sentuhan manja menepuk pundak gw, setelah itu terdengar suara lirih dari seorang bapak-bapak “where are you going??”, huh, bisa-bisanya gw tergoda sentuhan seorang pria. Dengan ramah gw menjawab “ MBK Center”, lalu si bapak kembali menjawab “ you must go to national stadium BTS, but before you need to transit at Siam, the train is above you, so you must use elevator”. “thank you” jawab gw. Wow, ini keramahan ketiga yang gw dapet dari warga Bangkok, ga pake ditanya si bapak langsung memberi gw penjelasan lengkap. Dengan hati lega gw melanjutkan perjalanan menghabiskan setengah hari di kota yang ramah ini. Hari ini rencananya si belanja jendela atau window shop...

Hasil dari ngeblog

Lalala yeyeye #jogetjoget. setelah pelatihan nulis yang diadakan oleh Indonesia Flight yang notabene adalah "hasil" pertama dari ngeblog gw. akhirnya pada 24 january kemaren gw terpilih lagi oleh detik travel buat ikutan acara sejenis. selain dapet ilmu menulis dan sedikit ilmu jurnalistik dari pemimpin redaksi detik travel. gw juga diajak buat aplikasiin ilmu yang baru aja didapet ke dua wahana baru di taman mini.Nah, kedua wahana tersebut gw tulis di bawah ini, dan ini adalah versi asli tulisan gw sebelum dipoles oleh tim detik travel. dapet apa aja gw dari kedua pelatihan menulis ini??. yang pertama tentu aja gw dapet pencerahan gimana cara nulis yang baik, salah satunya pake EYD. eh, tapi gw udah pake EYD kan selama ini di blog, walaupun singkatannya Ejaan Yang Dialaykan. haha, bodo amat, di blog mah bebas mau nulis apaan, yess??. yang kedua, ya dapet makan gratis tis tis, ini yang paling gw suka. hahaha. nah yang ketiga ya jalan-jalan gratis. di pelatihan nulis sama In...

7 hari, 4 negara, 3 jutaan (asean trip episode 2: Bangkok Yang Ramah)

Jrekk, suara stempel visa milik petugas imigrasi Thailand menghantam salah satu halaman paspor gw. Fuihh, gw bernapas lega, keringet dingin di kening gw pun hilang. Baru kali ini gw menghadapi petugas imigrasi yang cukup ramah, yang menanyai gw tanpa bentakan.  Legaaaaa, setelah sebelumnya berdebar debar karena takut tidak bisa melanjutkan perjalanan karena tidak diijinkan masuk Bangkok. Inilah keramahan pertama yang menyapa gw di Bangkok. Sebelumnya….. ผู้โดยสารที่รักของเราเร็ว ๆ นี้จะลงจอดที่สนามบินนานาชาติดอนเมืองขอขอบคุณสำหรับการเลือกแอร์เอเชีย … ga ngerti???, sama gw juga…BTW itu kira2 pengumuman dari pramugari Air Asia dalam bahasa Thailand yang membangunkan gw. Iya, gw ketiduran setelah kecapaian karena hectic di bandara . Tapi untungnya setelah bahasa thai tadi, si pramugari akhirnya mengumumkan dalam bahasa inggris yang kira-kira mengucapkan terima kasih karena sudah terbang bersama Air Asia. Jam menunjukkan hampir pukul 23.30 saat pesawat mendarat di bandara Don Mueang...

7 hari, 4 Negara, 3 Jutaan (Asean Trip Episode 1 : Hectic hari pertama )

Rabu, 18 november 2015, perjalanan menjelajah 4 negara asean ini akan dimulai dengan 2 pesawat berbeda, tujuan akhir gw adalah Bangkok. Ribetnya kedua penerbangan ini bukan connecting flight, jadi gw harus check in di 2 bandara berbeda, yaitu di Soeta dan KLIA2 di kuala lumpur. Kalo yang belom tau, biasanya check in ditutup 1 jam sebelum keberangkatan buat penerbangan internasional, peraturan itu ada di tiket yang biasanya dikirim ke email. Berikut ceritanya 12.00 : gw buru – buru cabut dari kantor di daerah gatot soebroto naik taksi ke bandara, sebenernya naik taksi buat backpacker hukumnya haram, tapi karena kepepet ya jadilah gw ke bandara naik taksi. 12.15 : macet di daerah semanggi, gw mulai harap – harap cemas. 13.30 : setengah jam sebelum check in ditutup gw berhasil check in, pesawat gw dari Jakarta ke Kuala Lumpur dijadwalkan jam 15.05, disini mulai agak santai, hufffttt. 15.00 : pesawat belom keliatan di apron, gw kembali harap – harap cemas, bulak balik ngeliat ke landasan b...

Just Another 2 Negara 3 Kota (Episode 5: Hat Yai, Thailand day 2 )

View from my Hotel Room                             Pukul 5 pagi alarm membangunkan gw, sebenernya gw masih agak ngantuk dan pengen bangun siang, tapi berhubung gw udah punya janji sama orang, ya gw paksain bangun, hufftt. Setelah ngumpulin nyawa gw pun mandi, setelah itu tanpa membantu ibu membersihkan tempat tidur, gw langsung check out menuju Lee garden Plaza buat menemui kak Misrina dan kakaknya. Mau ngapain gw ketemu sama mereka??, itu ada di episode 4 , baca dulu ya bagi yang belum baca atau lupa. Jalanan kota Hat Yai di sabtu pagi ini lengang banget, mungkin karena hari libur kali ya, makanya masih sepi. Jam 7 kurang gw udah sampe di tempat yang udah disepakati. Sebelum gw dateng mereka udah nawar tuk-tuk duluan, dan dikasih harga 1.800 bath untuk mutar muter seharian, anjrit mahal banget, tapi untungnya mereka juga sadar kalo itu mahal, akhirnya gw dan Kak Misrina besert...

7 hari, 4 Negara, 3 jutaan

                Hoooiiiiiiiiiiiiii pemirsahhhhh, ini akan menjadi tulisan gw yang paling baru. Gw baru aja pulang dari petualangan backpacker ke 4 negara asean, kemana aja???. Gw ke Kuala Lumpur – Malaysia, Bangkok-Thailand, Vientiane – Laos, dan yang paling utama yaitu ke Hanoi – Vietnam, mengunjungi salah satu tempat indah di bumi bernama Halong Bay. dan semua negara itu gw ngeteng sengeteng ngetengnya tanpa bantuan tour dan travel, kecuali di halong bay ya.  Dalam trip ini gw ga sendiri, tapi berdua sama istri sekalian honeymoon trip merayakan 1 tahun pernikahan gw. Banyak yang terjadi dalam perjalanan ini, mulai dari Hectic di bandara, warga Bangkok yang ramah, naik bis berkursi pijat, solat jumat 15 menit di Vientiane,  7 Jam tertahan di perbatasan, 24 jam di sleeper bus, Hanoi yang murah tapi mahal, susahnya cari makanan halal, dream come true melihat Halong Bay, sampai deg-degan di Kuala Lumpur. Di akhir seri tulisan ini, gw bakal...

Mini Story : Sleeper Class Train antar Negara (Hat Yai – Kuala Lumpur)

Upper Berth Compartement         Dalam perjalanan Just Another 3Kota 2 Negara , gw berkesempatan buat nyobain kereta antar Negara dari Hat Yai Ke Kuala Lumpur. Ini adalah posting review gw mengenai kereta sleeper class, bagian dari episode 5 yang akan dirilis kemudian. Saat kembali ke Kuala lumpur dari hat Yai, gw sengaja memilih naik kereta. Alesannya sederhana, gw pengen ngerasain gerbong yang ga ada di Indonesia, yaitu gerbong dengan tempat tidur dan Juga pengen ngerasain lewat di dua perbatasan yang berbeda. Kalo bis, minivan dan mobil lewat di daerah Bukit kayu Hitam, seperti yg gw ceritain di episode 4 , maka kereta ini lewat di daerah Padang Besar. Kereta yang berangkat dari Hat Yai ini Cuma 2 gerbong, dan setelah memasuki perbatasan di daerah Padang Besar gerbong akan ditambah menjadi 10 atau 12 tergantung jumlah penumpang saat itu, dan kelas gerbong akan lebih bervariasi, bukan hanya sleeper class yang gw naikin, tapi akan ada 1 st class dan 2 nd class. In...

Beauty of Indonesia Series : Hutan alami di daratan Jakarta

      Gerbang dari kayu menyambut kami, suasananya cukup sejuk tapi lembab khas hutan. Bukan, ini bukan gerbang konohagakure,tapi ini adalah hutan mangrove di daerah pantai indah kapuk atau biasa disebut taman wisata alam Magrove PIK, mungkin juga hutan terakhir yang ada di daratan Jakarta. Setelah membayar biaya masuk 25 ribu rupiah per orang, selang beberapa langkah, di sebelah kiri berdiri sebuah masjid dengan interior yang cukup unik, mesjid ini terbuat dari kayu dan berada di atas air. Jadi kalo saya solat disini, saya solat di atas air, seperti orang sakti jaman dahulu. Kami melanjutkan melangkah hingga terbentang parkiran mobil dan motor didepan kami, di ujung ada pos pemeriksaan tiket yang katanya tas ikut diperiksa karena tidak boleh membawa makanan, tapi saat kami datang, si penjaga hanya melihat isi tas tanpa memeriksa kedalamnya. Tau gitu bawa makan siang, karena disini makanan tidak jelas harganya. Gerbang Masuk Tiket Setelah melewati pemeriksaan, kami mendap...