Langsung ke konten utama

Jangan Lewat Imigrasi ini, pokoknya Jangan !!!

Jam 9 malam di LRT Kuala Lumpur menuju Hotel
Kalau bisa dibilang imigrasi yang paling menyebalkan dari semua imigrasi darat yang pernah saya coba, imigrasi inilah yang saya anggap juaranya. Loket padat, check. Diselak, Check, Hampir ribut dengan nenek-nenek dari India yang menyelak antrian dan membawa koper-koper besar, check. Panik karena hampir ketinggalan bis ke Kuala Lumpur, Check. 

Silahkan Baca disini dan disini untuk pengalaman melewati imigrasi darat lainnya

Yup, kalian sudah bisa menebak. Imigrasi tersebut adalah JB CIQ di Johor Bahru. Sudah banyak blogger yang mengingatkan supaya jangan lewat imigrasi ini, terlebih lagi saat weekend. Tapi karena jadwal yang mengharuskan melewati imigrasi ini di hari sabtu, kami sekeluarga mau tidak mau melewati imigrasi ini di Sabtu Pagi.

Kami menghabiskan total waktu 4 Jam untuk menyebrang dari Singapura. Capek, Emosi, Lapar dan Haus Jadi satu. Pokoknya menyebalkan. 

Berikut adalah ceritanya.

Singapura - 8 Pagi.

Kami baru saja keluar hotel dan menuju stasiun MRT Aljunied untuk menuju MRT Kranji. Kami akan Menggunakan bis Causeway Link dari stasiun Kranji ke CB CIQ Out. Kenapa kami memilih rute ini, karena kami memilih rute termurah. 

Antrian Bis Causeway Link
Saat itu kami masih ceria, MRT sepi dan kami mendapat duduk sepanjang perjalanan MRT. Sampai kami tercengang ketika sampai di Stasiun Kranji karena melihat Antrian BIS CW yang mengular.

Stasiun Kranji Singapura - 8. 45 Pagi

Kami masih mengantri bis yang tak kunjung datang selama 15 menit, sebenarnya hanya saya. Zaza dan bu Istri saya suruh duduk di Halte. 

Antrian semakin panjang dan mengular dibelakang saya, belum ada tanda-tanda bis yang datang.

Stasiun Kranji Singapura - 9.15 Pagi

Hampir 45 menit kami antri, akhirnya bis datang. Bukan 1 tetapi langsung 2 bis. Kami pelan tapi pasti mulai memasuki bis, yang membuat saya aneh adalah hanya kami yang membawa koper besar, sedangkan penumpang lain hanya membawa daypack. 

Tidak sampai 10 menit kami sudah sampai di woodlands Checkpoint. Proses imigrasi keluar singapura berjalan cepat, tidak ada antrian. Kami dengan lancar kembali menaiki bis, dan Jeng-jeng, kejutan muncul, Macet sangat panjang di Jembatan antara kedua negara ini.

Sekitar 20 menit lebih kami terjebak di Jembatan ini, dan saat sampai di JB CIQ orang-orang langsung berlarian seperti kesetanan setelah turun dari bis. Kami berjalan santai saja karena membawa 1 koper besar dan 1 koper sedang.

Tiket bis Causeway Link
JB CIQ Johor Bahru - 10 Pagi

Setelah naik ke lantai 2 kami terkejut karena antrian yang sangat-sangat amat super panjang dan padat. Kami memilih antrian paling kiri yang ternyata saya sesali belakangan karena ini adalah jalur paling lambat. Saya memilih antrian paling kiri karena berfikir kalau memilih antrian tengah akan pengap karena antrian rapat dan padat, kasian anak kecil.

Antrian di imigrasi masuk JB CIQ
Karena zaza tidur, bu istri saya suruh tunggu duduk di pojokan. Saya mengantri, antrian sangat lambat. Entah kenapa saya tidak tahu

JB CIQ Johor Bahru - 12 Siang

Antrian baru berjalan setengah lebih, saya mulai lapar. Zaza sudah bangun dan lapar juga, saya bulak-balik bergantian menjaga zaza, Saya ajak dia ke mesin penjual minuman otomatis. Setelah itu saya memeriksa ke depan antrian, ternyata 2 antrian menjadi satu karena hanya 1 loket yang dibuka. Kesalll.

JB CIQ Johor Bahru - 1.15 Siang

Saya sudah hampir ke depan meja imigrasi, antrian benar-benar kacau karena terjadi saling selak dari 2 antrian menjadi 1. 

Saya mulai mepet-mepet ke orang di depan saya agar tidak diselak oleh rombongan turis nenek-kakek dari india yang ingin menyelak saya dengan memepet koper besarnya ke saya. Untungnya saya tidak bergeming, kopernya memepet kaki saya, saat ada space sedikit saya menggeser ke depan dan menghadang kopernya sehingga nenek-nenek itu tidak bisa maju, benar-benar perjuangan.

Beberapa nenek-nenek mulai meracau memakai bahasa inggris khasnya, "we are 4 hour here" sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. Ya menurut ngana kami berapa jam disini !!!.

JB CIQ Johor Bahru - 1.45 Siang

Kami berhasil melewati imigrasi, kami langsung berlari ke parkiran bis, ternyata tidak ada bis lanjutan ke Larkin Terminal, kami berlari lagi naik ke lantai 2 untuk menuju JB Sentral Bus Terminal, untuk mengejar bis menuju Larkin.

JB SENTRAL Johor Bahru - 2.10 Siang

Bis belum datang, kami mulai deg-deg ser. saya mulai mencari alternatif seperti grab. Alhamdulillah, tidak sampai 5 menit ada bis datang. Kami langsung naik, kondisi bis nya tua, cuma sedikit penumpang yang naik. 

Saya pikir sudah aman, ternyata si supir bis hampir berantem dengan kondektur penjaga yang ada di bawah. Haduhhh, drama apalagi ini.

Syukurlah si supir bis bisa mengendalikan emosi dan bis berjalan menuju Larkin Terminal. Saya melihat maps untuk mengestimasikan berapa lama waktu, ternyata hanya sekitar 20 menit. Alhamdulillah

LARKIN TERMINAL Johor Bahru - 2.35 Siang

Setelah turun segera kami berlari ke dalam terminal, untungnya pelanggan yang sudah membeli tiket online bisa menukarkan di loket khusus, kalau tidak akan memakan antrian yang cukup panjang.

LARKIN TERMINAL Johor Bahru - 2.45 Siang

Tiket sudah di tangan, kami masuk ke ruang tunggu keberangkatan. Kami bertanya ke penjaga pintu apakah bis ini sudah bisa dinaiki karena kami ingin segera duduk di bis dan tidur setelah keriuhan di imigrasi. 

Ternyata bis Delay sampai waktu yang belum ditentukan, siallllllll. 

Sekitar 3. 40 baru kami bisa naik bis dan meninggalkan Johor Bahru untuk menuju Kuala Lumpur, akhirnya drama di imigrasi berakhir juga, huft.

Tiket Bis dari Larkin Ke Kuala Lumpur

Komentar

  1. Duh, saya enggak bisa bayangin gimana repotnya Mas Win. Bawa anak kecil, pakai tragedi kek gitu di negeri orang.

    Ngantri di negeri sendiri aja bikin jengkel, apalagi di negeri orang. Salut dengan kesabaran Bang Win. hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau gak mau harus sabar.hehehe. karena budged juga akhirnya lewat sini

      Hapus
  2. Wow parah banget ya antriannya. Saya dulu dari Sin ke Melaka, cuma pakenya direct bus sih, biar gak ribet, hihi... Itu aja saya udah bilang ngantri, ini kayaknya lebih parah ya... Kalo sekarang saya lebih milih imigrasi bandara aja deh, hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, lebih baik bandara deh. saya aja kapok dan cukup sekali aja

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pensiun Backapcker : Episode 4 (Final) - Unesco World Heritage Site Angkor Wat

Tiket Masuk Siem Reap Jam 4 kurang saya sudah bangun, setelah mandi dan sarapan seadanya saya solat dan keluar hotel. Tuk-tuk sudah standby saat saya keluar hotel. Setelah saya naik, kami langsung melaju ke tempat penjualan tiket. Tempat penjualan tiket terletak agak jauh dari pintu masuk candi pertama, sekitar 6 KM. Suasana Jalan dari hotel ke tempat penjualan tiket sangat sepi, hanya beberapa kendaraan melaju pelan, udaranya sejuk cendreung dingin, sangat segar. Setelah mendapat tiket one day, saya langsung menuju ke tempat melihat sunrise, yaitu Angkor Wat.  Jadi Angkor Wat ini adalah salah satu nama candi dari banyaknya komplek candi di kota Siem Reap ini. Ada puluhan candi yang ada di Kota ini, dan bisa memakan waktu berhari-hari untuk menjelajah seluruh candi. Untuk bule-bule yang cutinya banyak atau memang resign dari pekerjaannya dan menikmati hidup menjelajah seluruh dunia, banyak yang membeli tiket 7 hari untuk menjelajahi komplek Angkor ini dengan bersepeda. ...

Babymoon Jepang : Episode 1 (Tokyo day 1)

Setelah kira-kira 6,5 Jam perjalanan, yang mana adalah durasi terlama gw selama naik pesawat, sekitar jam 22.30 akhirnya gw sampai di Haneda, gw exited banget, foto sana sini, walaupun diluar gelap dan yang kefoto cuma city view yang sama kayak Jakarta. Antrian imigrasi di Jepang panjang dan mengular, tapi petugasnya sigap banget. Ternyata mereka lagi menerapkan system imigrasi baru, jadi ya pas antri gw dikasih form survey gitu, tapi gw Cuma harus ngasih form itu ke petugas di meja imigrasi. 15 menit kemudian gw udah resmi masuk jepang, negeri impian gw sedari kecil, tugas selanjutnya yaitu mencari spot tidur (untuk spot-spot yang bisa dipake tidur baca disini ) Gw dan bu istri belum bisa tidur walaupun waktu udah menunjukkan jam 12 malam, selain karena udah banyak tidur di pesawat juga karena Jepang lebih cepet 2 jam dari Indonesia, jadi jam biologis tidur gw belom menyesuaikan dengan jepang. Tapi setelah merem-merem dikit dan terlentang di bangku bandara yang empuk, gw akhirnya pule...

Babymoon Jepang Day 3 : Seharian main di Universal Studio Japan

Perjalanan dari Tokyo ke Osaka menggunakan willer bus memakan waktu 8 jam, dan benar-benar tepat. Pukul 8 tepat kami sudah sampai di pemberhentian terakhir yang kami pilih, Universal Studio Japan. Antrian tiket pagi itu sangat ramai dan panjang, wajar saja karena saat itu hari minggu. Saya dan Bu istri langsung ikut mengantri. Walaupun sangat ramai antrian berjalan tertib dan lancar, juga cukup cepat. Tidak sampai 20 menit saya sudah mendapatkan tiket dan langsung menuju locker room untuk menaruh tas dan mengganti baju, maklum tidak mandi, haha. Antrian USJ Biaya titip barang di Locker USJ Locker USJ Harga Tiket Tujuan utama kami adalah The Wizarding world of Harry Potter satu-satunya di daratan asia. Memasuki hutan yang saya lupa namanya ini, hawa Harry Potter sudah mulai terasa. Disini kita bisa melihat mobil yang menabrak pohon saat digunakan Ron dan Harry untuk masuk ke dunia sihir Tiket USJ Antri !!!! Setelah itu kita akan memasuki daerah Hogsmeade, disini setiap sudut sepertinya ...