Langsung ke konten utama

Ngapain sih jalan-jalan sama bayi???


Bogor
Gak, pertanyaan diatas gak perlu dijawab pake judul skripsi. Lagipula skripsi itu untuk dikenang, bukan untuk diulang, jadi revisi sampai mana??, kapan lulus??. ehem.

Jalan-jalan sama anak balita itu repot dan ribet, bawaannya banyak. sebentar2 harus berhenti istirahat. Iya, seribet itu. 

Lah trus kenapa saya mau jalan-jalan sama anak??, toh anaknya juga belum ngerti dan akan lupa. ini dia jawabannya mblo.



1. Infant dan anak dibawah 12 tahun tiketnya murah

Yup, bener, infant atau anak dibawah 2 tahun tiket pesawatnya masih gratis karena dipangku, dan untuk anak dibawah 12 tahun biasanya ada harga tiket khusus tergantung maskapainya, ada yang 10% dari tiket dewasa, 20% sampai gratis.

4 Month old zaza at train from bandung
Belajar Backpacking ke bogor
Ragunan zoo
Staycation

Baca Juga :
 Staycation Hotel Sunlake



2. Hotel dan breakfast masih belum bayar

Anak yang dibawah 12 tahun biasanya masih gratis dan gak perlu nambah ekstra bed, peraturan ini rata-rata ada di syarat dan ketentuan kalau memesan hotel.

Selain masalah kamar, untuk makan biasanya masih belum bayar. Lagipula anak 2 tahun belum makan banyak, jadi rugi kan kalau harus bayar untuk sarapannya.


Baca Juga : Staycation Hotel Alila Jakarta

3. Melatih daya tahan anak

Emang sih untuk yang ini belum ada bukti ilmiahnya. Tapi waktu zaza masih umur 1 bulan, udah gw ajak jalan-jalan ke emol. 

Alhamdulillah daya tahan tubuhnya lumayan kuat, sakit cuma batpil dan gak pernah lebih dari seminggu. Mudah2an terus bertahan kayak gini.

Yah jalan-jalan bukan satu-satunya faktor dong, ada asupan makanan dan kebersihan juga. Selain itu tiap anak punya tubuh yang berbeda-beda, jadi jangan disamain ya wahai netijen yang maha nyinyir.

Sahid Eminence Puncak

Ferish wheel AEON JGC
4. Menciptakan momen

Inilah yang paling penting, MENCIPTAKAN MOMEN, emang sih zaza bakalan lupa kalau udah pernah diajak kesana kemari. Tapi kami setidaknya udah menciptakan momen bersama.

Umur akan semakin bertambah, dan semakin dewasa, tiap anak akan punya dunianya sendiri. Remaja akan mulai banyak main sama temen-temennya, apalagi kalau udah punya suami/istri, pasti akan sibuk sama pasangan dan keluarganya.

Ruins of St. Paul Macao

Disneyland Hong Kong
Baca Juga : Birthday Winter Trip : Hong Kong - Macau Part 1

Nah mulai sedini mungkin saya ingin menciptakan momen bersama keluarga sebanyak-banyaknya, sebelum umur zaza bertambah dan punya dunianya sendiri. Kenapa??, toh kalian yang pernah remaja pasti pernah agak males kalau diajak ortu jalan-jalan. Kalau sama teman kemanapun ayok, yee kan??. 

Kuala Lumpur
Baca Juga : Pengalaman vaksin MMR di Kuala Lumpur

Lagipula selama blog ini ada, dan google gak down. tulisan saya di blog ini akan terbaca sampai cucu saya nanti. 

Ada pepatah mengatakan "Kalau kau ingin melihat dunia, bacalah buku. Kalau kau ingin hidup selamanya, Tulislah buku"

---||---

Jadi ayo yang udah berkeluarga ciptakan momen sama anak sedini mungkin, dan yang belum berkeluarga ajaklah bapak ibumu jalan-jalan, atau jangan nolak kalau diajak jalan-jalan sama mereka.

Komentar

  1. saya setuju banget no.3

    melatih daya tahan anak

    BalasHapus
  2. jadi ga sabar pengen punya bayi #eh, terus jalan-jalan deh bareng keluarga kecil nan bahagia

    BalasHapus
  3. Setuju banget Mba....saya malah pernah ajak bayi saya camping hahahahahaha

    BalasHapus
  4. Aduh, ini adek bayinya udah dibawa kemana-mana, keren banget!
    Nanti kalau udah agak besar, liburan itu untuk quality time kalau menurut saya. 24 jam bisa sama mereka selama berhari-hari :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup. quality time itu wajib banget untuk menciptakan momen indah

      Hapus
  5. Belum punya anak,, tapi pas nanti udh punya anak,, pgn juga bawa2 dia traveling sejak kecil hehe..

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babymoon Jepang Day 3 part 2 : Lautan Cendol di Osaka

kenapa malah kayak banci keciduk -_- Setelah seharian main di universal studio Japan . Saya dan bu istri menjelajah Osaka di malam hari. Sebelum menuju hotel, tepat di depan pintu masuk universal studio ada semacam mal kecil yang bernama Universal Citywalk Osaka. di “mal” tersebut banyak toko-toko souvenir dan highlight-nya adalah takoyaki museum. Walaupun disebut musem, tetapi ini adalah deretan toko penjual takoyaki, Osaka memang terkenal akan takoyakinya. Walaupun banyak pelayannya, untuk membeli menu disini harus memakai mesin vending. Yang sangat unik penjual tiap toko berteriak-teriak untuk menarik pembeli, tetapi tidak ada tarik menarik seperti di terminal, semuanya sangat ramah dan tersenyum kepada tiap orang yang lewat. Saya dan bu istri cap cip cup saja memilih mana toko yang akan kami masuki. Masuk ke salah satu toko semua pelayan tidak bisa berbahasa inggris, walaupun begitu tersedia menu dalam bahasa inggris. Kami membeli satu paket takoyaki seharga 600 yen, tanpa disangka...

Babymoon Jepang Day 4 : Jatuh Cinta di Kyoto

Near Togetsukyo Bridge Saya jatuh cinta. bukan, bukan dengan cewe-cewe jepangnya, tapi jatuh cinta dengan keindahan Kyoto. Kata orang yang sudah pernah ke kyoto, pemandangan disini Juara!!!, suasana kota Jepang tempo dulu, alam yang indah dan suasana yang tenang ada semua dalam kota ini.  Kyoto adalah ibukota Jepang yang biasa disebut Edo sebelum pindah ke Tokyo pada tahun 1800an. Sayangnya saya hanya mengunjunginya 1 hari saja saat babymoon tahun 2016. Dan saya menyesal tidak menginap di kota ini. Mudah-mudahan next trip ke Jepang saya bisa menjelajahi kota ini lebih lama dan lebih dalam. DRAMA SEBELUM BERANGKAT Setelah seharian main di Universal Studio Osaka dan jadi cendol manusia malam sebelumnya, saya kecapekan dan terserang flu, badan saya agak hangat dan pilek saat bangun pagi-pagi sekali.  Untungnya saya pergi bersama dokter, setelah minum obat saya memutuskan kembali tidur dan bangun agak siang, sekitar jam 9. sekalian mengistirahatkan bu istri yang juga sedang ham...

Babymoon Jepang : Episode 1 (Tokyo day 1)

Setelah kira-kira 6,5 Jam perjalanan, yang mana adalah durasi terlama gw selama naik pesawat, sekitar jam 22.30 akhirnya gw sampai di Haneda, gw exited banget, foto sana sini, walaupun diluar gelap dan yang kefoto cuma city view yang sama kayak Jakarta. Antrian imigrasi di Jepang panjang dan mengular, tapi petugasnya sigap banget. Ternyata mereka lagi menerapkan system imigrasi baru, jadi ya pas antri gw dikasih form survey gitu, tapi gw Cuma harus ngasih form itu ke petugas di meja imigrasi. 15 menit kemudian gw udah resmi masuk jepang, negeri impian gw sedari kecil, tugas selanjutnya yaitu mencari spot tidur (untuk spot-spot yang bisa dipake tidur baca disini ) Gw dan bu istri belum bisa tidur walaupun waktu udah menunjukkan jam 12 malam, selain karena udah banyak tidur di pesawat juga karena Jepang lebih cepet 2 jam dari Indonesia, jadi jam biologis tidur gw belom menyesuaikan dengan jepang. Tapi setelah merem-merem dikit dan terlentang di bangku bandara yang empuk, gw akhirnya pule...