Langsung ke konten utama

Babymoon Jepang Day 3 part 2 : Lautan Cendol di Osaka

kenapa malah kayak banci keciduk -_-
Setelah seharian main di universal studio Japan. Saya dan bu istri menjelajah Osaka di malam hari.

Sebelum menuju hotel, tepat di depan pintu masuk universal studio ada semacam mal kecil yang bernama Universal Citywalk Osaka. di “mal” tersebut banyak toko-toko souvenir dan highlight-nya adalah takoyaki museum.

Walaupun disebut musem, tetapi ini adalah deretan toko penjual takoyaki, Osaka memang terkenal akan takoyakinya. Walaupun banyak pelayannya, untuk membeli menu disini harus memakai mesin vending.

Yang sangat unik penjual tiap toko berteriak-teriak untuk menarik pembeli, tetapi tidak ada tarik menarik seperti di terminal, semuanya sangat ramah dan tersenyum kepada tiap orang yang lewat. Saya dan bu istri cap cip cup saja memilih mana toko yang akan kami masuki.

Masuk ke salah satu toko semua pelayan tidak bisa berbahasa inggris, walaupun begitu tersedia menu dalam bahasa inggris. Kami membeli satu paket takoyaki seharga 600 yen, tanpa disangka kami mendapatkan 2 porsi. Mungkin karena melihat bu istri yang sedang hamil.

Rasa takoyakinya, beuhhh, sangat T.O.P semuanya fresh dimasak saat ada pesanan. Agak garing diluar dan lembut didalam, potongan guritanya segar dan tidak bau amis, sausnya gurih manis mantap, menambah harmoni rasa. Pokoknya wajib dicoba kalau ke Osaka. Bu istri sangat ketagihan rasa takoyaki ini.

Takoyaki My love

Takoyaki My love, one of the best

Vidio Penjaja Takoyaki :

Kami menginap di Hotel Shin-Imamiya kelebihan hotel ini adalah lokasinya yang hanya selemparan batu dari stasiun Shin Imamiya, kekurangannya adalah semuanya TANGGA gak ada escalator, saat itu kami kesulitan menemukan lift, jadi agak kasian sama bu istri yang lagi Hamil, huft.

Karena agak bingung saat naik kereta dan kayaknya rute kereta di kota besar Jepang itu selalu Njelimet, kami sampai hotel agak telat dari jadwal yang sudah saya buat, kami beristirahat cukup lama sampai bu istri agak segar.

Akhirnya kami baru keluar hotel sekitar 8.30 malam, tujuan kamipun yang sebenarnya mau ke Hep Five Ferrish wheel dan menikmati Osaka dari ketinggian dibatalkan karena waktu, kami hanya ke Shin-Shaibashi, pusat perbelanjaan di Osaka.

Shin-Shaibashi road
Kenapa Green tea di Jepang itu enak semuaaaa

Sesampainya disana banyak toko mulai tutup, huft. Walaupun ada juga yang masih ramai dan buka, karena agak lapar kami masuk ke salah satu café dan ngemil2 cantik. Minumannya tentu saja greentea yang Enaaaaooooo. Kami duduk tidak begitu lama, hanya untuk meluruskan kaki.

Di ujung jalan Shin-Shaibashi ada daerah yang terkenal yaitu Dotonbori dengan Ebisu Bridge sebagai landmarknya, nah menurut saya disini adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalau ke Osaka untuk pertama kalinya. Karena apa??, karena wajib foto ala-ala glico man disini, selain itu disini juga banyak restoran seafood. Tapi saya dan bu istri gak makan disini, karena Mahalllll anjir.

Ebisu Bridge with the Famous Glico Man neon sign


Karena waktu sudah menunjukkan hampir jam 11 malam, kami kembali ke Hotel. Walaupun sudah hampir tengah malam, keadaan Dotonbori saat itu masih ramai manusia seperti cendol di dalam gelas.


Sebelum kembali ke hotel kami mampir sebentar ke family mart untuk membeli cemilan, ya walaupun cemilannya tetap onigiri yang notabene nasi juga.

Komentar

  1. waaah.. disana kalau hamil bener2 dimanja ya sampai dapat 2 takoyaki. Kalau begitu ntar ke Jepang kalau pas hamil aja ah.. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, untuk yg hamil pasti dapat perlakuan khusus. entah selalu dapet duduk kalau di transportasi atau dibolehkan menyelak antrian.hehe

      Hapus
  2. fix saya kesana pas lagi hamil aja *ehhh

    haha,,, liat foto makanan sore2 gini pas puasa gimana gitu, pengen makan bawaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. (((LELAKI HAMIL))).hahaha

      ditunggu bedugnya mas

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babymoon Jepang : Episode 1 (Tokyo day 1)

Setelah kira-kira 6,5 Jam perjalanan, yang mana adalah durasi terlama gw selama naik pesawat, sekitar jam 22.30 akhirnya gw sampai di Haneda, gw exited banget, foto sana sini, walaupun diluar gelap dan yang kefoto cuma city view yang sama kayak Jakarta. Antrian imigrasi di Jepang panjang dan mengular, tapi petugasnya sigap banget. Ternyata mereka lagi menerapkan system imigrasi baru, jadi ya pas antri gw dikasih form survey gitu, tapi gw Cuma harus ngasih form itu ke petugas di meja imigrasi. 15 menit kemudian gw udah resmi masuk jepang, negeri impian gw sedari kecil, tugas selanjutnya yaitu mencari spot tidur (untuk spot-spot yang bisa dipake tidur baca disini ) Gw dan bu istri belum bisa tidur walaupun waktu udah menunjukkan jam 12 malam, selain karena udah banyak tidur di pesawat juga karena Jepang lebih cepet 2 jam dari Indonesia, jadi jam biologis tidur gw belom menyesuaikan dengan jepang. Tapi setelah merem-merem dikit dan terlentang di bangku bandara yang empuk, gw akhirnya pule...

Babymoon Jepang Day 3 : Seharian main di Universal Studio Japan

Perjalanan dari Tokyo ke Osaka menggunakan willer bus memakan waktu 8 jam, dan benar-benar tepat. Pukul 8 tepat kami sudah sampai di pemberhentian terakhir yang kami pilih, Universal Studio Japan. Antrian tiket pagi itu sangat ramai dan panjang, wajar saja karena saat itu hari minggu. Saya dan Bu istri langsung ikut mengantri. Walaupun sangat ramai antrian berjalan tertib dan lancar, juga cukup cepat. Tidak sampai 20 menit saya sudah mendapatkan tiket dan langsung menuju locker room untuk menaruh tas dan mengganti baju, maklum tidak mandi, haha. Antrian USJ Biaya titip barang di Locker USJ Locker USJ Harga Tiket Tujuan utama kami adalah The Wizarding world of Harry Potter satu-satunya di daratan asia. Memasuki hutan yang saya lupa namanya ini, hawa Harry Potter sudah mulai terasa. Disini kita bisa melihat mobil yang menabrak pohon saat digunakan Ron dan Harry untuk masuk ke dunia sihir Tiket USJ Antri !!!! Setelah itu kita akan memasuki daerah Hogsmeade, disini setiap sudut sepertinya ...