Langsung ke konten utama

Just Another 2 Negara 3 Kota Episode 6-Final

Episode sebelumnya disini.

Jam 6 Pagi waktu Kuala Lumpur, kereta antar Negara sampai di KL sentral. Gw saat itu masih ngantuk dan linglung mau kemana. Sambil mengumpulkan kesadaran yang masih tercecer, gw sarapan dulu di Mcd.

Setelah sarapan gw langsung menuju konter tiket untuk ke Genting. Karena dalam trip ini, gw gagal naik kereta gantung karena lagi maintenance. Keadaan konter penjual tiket masih sama, masih di pojokan lantai 2 dengan ibu-ibu penjaga yang jutek.

Tiket didapat, selanjutnya gw berniat menaruh backpack di penyewaan locker. Setelah melihat lihat harganya, gw memutuskan untuk nitip tas di Tune Hotel aja. 

Penyewaan locker seharga 10 RM, kalo gw nitip di hotel bayarnya Cuma 2 RM, tiket monorel 2,5 RM pulang pergi 5 RM. Jadi gw masih bisa saving 3 RM. Ya, gw sepelit seirit itu dulu pas backpackeran. 3 RM itu bisa buat 1 porsi nasi lemak. Walaupun jadi muter-muter tapi gak apa-apa, karena masih banyak waktu sampai gw maik bis ke Genting jam 10 nanti.

Setelah naro tas, gw sempetin main-main dulu ke Petronas, melihat gimana aktifitas warga KL saat minggu pagi. Ternyata di KL ada car free day juga lho #Wowfakta.

CFD Kuala Lumpur

Sebelum jam 10 gw langsung otw ke KL sentral lagi, dan 1 jam kemudian gw udah sampe genting.

Waktu menunjukkan pukul 11, cuaca Genting sat itu agak mendung dan berkabut. Tanpa berlama-lama gw menunaikan hal yang belum gw lakukan di trip sebelumnya. Naik kereta gantung.

Gw exited banget karena bakal naik kereta gantung yang cukup panjang dan membelah gunung. Karena agak berkabut, jadi pemandangan kerennya gak kelihatan. Karena berkabut, gw jadi berimajinasi ada di film Jurrassic Park 3, di kandang Pterodactyl, haha.

berkabut

berkabut

Kan serem kalo tiba-tiba muncul beginian

Setelah sekitar 20 menit, gw sampai di puncak. Mau masuk ke Kasino karena penasaran keadaan di dalem gimana, gw pake sandal. Jadi gak boleh masuk. Akhirnya selama 4 jam ya gw bingung aja gitu muter-muter gak jelas. Karena Genting ini adalah tempat wisata, banyak toko yang menurut gw overprice dan makanannya pun mahal-mahal.

Menjelang sore gw kembali ke KL, dan langsung menuju hotel. Malemnya gak kemana-mana selain makan. Gw pengen banyak tidur dan gegoleran di kamar aja. Besok paginya gw kembali ke Jakarta dan rutinitas sehari-hari lagi.


------End of Episode-----


Komentar

  1. Memang naik awana sky menuju Genting Resort yang harus dicoba kalau kita jalan-jalan ke Malaysia :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babymoon Jepang Day 3 part 2 : Lautan Cendol di Osaka

kenapa malah kayak banci keciduk -_- Setelah seharian main di universal studio Japan . Saya dan bu istri menjelajah Osaka di malam hari. Sebelum menuju hotel, tepat di depan pintu masuk universal studio ada semacam mal kecil yang bernama Universal Citywalk Osaka. di “mal” tersebut banyak toko-toko souvenir dan highlight-nya adalah takoyaki museum. Walaupun disebut musem, tetapi ini adalah deretan toko penjual takoyaki, Osaka memang terkenal akan takoyakinya. Walaupun banyak pelayannya, untuk membeli menu disini harus memakai mesin vending. Yang sangat unik penjual tiap toko berteriak-teriak untuk menarik pembeli, tetapi tidak ada tarik menarik seperti di terminal, semuanya sangat ramah dan tersenyum kepada tiap orang yang lewat. Saya dan bu istri cap cip cup saja memilih mana toko yang akan kami masuki. Masuk ke salah satu toko semua pelayan tidak bisa berbahasa inggris, walaupun begitu tersedia menu dalam bahasa inggris. Kami membeli satu paket takoyaki seharga 600 yen, tanpa disangka...

Babymoon Jepang Day 4 : Jatuh Cinta di Kyoto

Near Togetsukyo Bridge Saya jatuh cinta. bukan, bukan dengan cewe-cewe jepangnya, tapi jatuh cinta dengan keindahan Kyoto. Kata orang yang sudah pernah ke kyoto, pemandangan disini Juara!!!, suasana kota Jepang tempo dulu, alam yang indah dan suasana yang tenang ada semua dalam kota ini.  Kyoto adalah ibukota Jepang yang biasa disebut Edo sebelum pindah ke Tokyo pada tahun 1800an. Sayangnya saya hanya mengunjunginya 1 hari saja saat babymoon tahun 2016. Dan saya menyesal tidak menginap di kota ini. Mudah-mudahan next trip ke Jepang saya bisa menjelajahi kota ini lebih lama dan lebih dalam. DRAMA SEBELUM BERANGKAT Setelah seharian main di Universal Studio Osaka dan jadi cendol manusia malam sebelumnya, saya kecapekan dan terserang flu, badan saya agak hangat dan pilek saat bangun pagi-pagi sekali.  Untungnya saya pergi bersama dokter, setelah minum obat saya memutuskan kembali tidur dan bangun agak siang, sekitar jam 9. sekalian mengistirahatkan bu istri yang juga sedang ham...

Babymoon Jepang : Episode 1 (Tokyo day 1)

Setelah kira-kira 6,5 Jam perjalanan, yang mana adalah durasi terlama gw selama naik pesawat, sekitar jam 22.30 akhirnya gw sampai di Haneda, gw exited banget, foto sana sini, walaupun diluar gelap dan yang kefoto cuma city view yang sama kayak Jakarta. Antrian imigrasi di Jepang panjang dan mengular, tapi petugasnya sigap banget. Ternyata mereka lagi menerapkan system imigrasi baru, jadi ya pas antri gw dikasih form survey gitu, tapi gw Cuma harus ngasih form itu ke petugas di meja imigrasi. 15 menit kemudian gw udah resmi masuk jepang, negeri impian gw sedari kecil, tugas selanjutnya yaitu mencari spot tidur (untuk spot-spot yang bisa dipake tidur baca disini ) Gw dan bu istri belum bisa tidur walaupun waktu udah menunjukkan jam 12 malam, selain karena udah banyak tidur di pesawat juga karena Jepang lebih cepet 2 jam dari Indonesia, jadi jam biologis tidur gw belom menyesuaikan dengan jepang. Tapi setelah merem-merem dikit dan terlentang di bangku bandara yang empuk, gw akhirnya pule...