Langsung ke konten utama

Singapore day 1

Sampe singapore udah jam 12 malam waktu setempat, celingak-celinguk bentar buat cari stasiun MRT, ternyata ada di terminal 2, dan gw turun di terminal 3. langsung cari imigrasi setelah paspor di cap sama petugasnya yang orang india ga banyak ngomong cuma nanya, do you have baggage?, langsung gw jawab no, langsung di cap tanpa ngeliat muka gw, emang setipe semua atau gimana si petugas imigrasi itu, sama2 datar ekspresinya. abis itu langsung cari sky train (googling sendiri lah) buat ke terminal 2. nunggu bentar eh ternyata barengan sama petugas imigrasi yg tadi dan sama temen2nya, mungkin udah waktunya mereka balik kali ya. sampe terminal 2 langsung ke stasiun MRT beli tiket berjangka seharga 12 dolar, disini ada kejadian menarik, saat giliran gw beli dan ngomong sm petugasnya, tiba2 ada orang arab gitu nyelak, langsung sama petugasnya diomelin, "you have to queing sir", great banget disiplinnya. setelah dapet tiket MRT langsung naik dan menuju ke hotel di daerah geylang.

Turun di stasiun Aljunied, sudah gelap banget dan bodohnya gw ga punya peta ke hotel, cuma bermodalkan ingatan gw yang samar2, akhirnya jalan ngasal melewati lorong gelap yang banyak ayam berpakaian mini #lah, gw merinding, takut dirampok tengah malam, mana gelap banget, sendirian pula. akhirnya gw mempercepat jalan dan akhirnya sampai di daerah ramai, alhamdulillah. setelah nyasar selama kurang lebih 20 menit, akhirnya sampe juga di hotel. setelah check in, gw langsung mandi solat dan tidur.

Pagi2 sekitar jam 8 gw bangun dan ternyata gerimis mengundang, abis mandi dan sarapan biskuit seadanya gw langsung ketempat pertama yaitu universal studio. untuk kesana gw naek MRT dari Aljunied menuju mal vivo city, disini terlihat aktivitas warga singapore yang menurut gw tertib banget. nyebarang ga ada yang sembarangan, nunggu lampu merah dulu dan nyebrangnyapun di zebra cross, ga ada yang ditengah jalan. yang pake mobil ataupun motor juga berhenti dibelakang garis stop :

#pelajaran pertama : Terbib = aman = nyaman

Tertib itu akan membuat nyaman semuanya, ga ada serabat serobot, semua santai dan memberikan hak untuk orang lain memakai jalan yang sama. nyaman banget rasanya.

next, setelah sampai vivo city (shuttle/monorail ke sentosa pullnya disini), langsung naik ke lantai 3 beli tiket, sempet keluar dulu buat foto2 bentar.

Langsung naik monorail dan turun di waterfront, langsung cari foodcourt *laper, celingak celinguk cari yang ada logo halal, ketemunya nasi lemak, makan nasi lemak ayam seharga 4,5 SGD. setelah kenyang baru ngantri tiket universal yang ternyata kalo beli langsung lebih mahal, yasudahlah dibeli daripada gagal main.

Disini permainannya keren2, gw coba hampir semua, dan yang paling berkesan adaah transformer the ride. pas masuk ternyata jalur antriannya panjang banget, untung pas gw kesana lagi sepi, jadi bisa bebas lenggang kangkung. ga kebayang kalo pas lagi rame, bisa 3 jam kali ngantrinya
Nasi lemak ayam (masih lebih enak nasi uduk)
Selfie didepan transformer the ride
Di universal ini ada yang menarik, yaitu antrian untuk solo traveler, antriannya dibagi 3, untuk pengunjung biasa, pengunjung VIP dan pengunjung solo, jadi pas gw antri kemaren ngerasa kayak VIP haha, bisa bebas lanjut jalan. ga gw ceritain ya wahana apa aja yang ada di USS ini, di google lebih lengkap.

setelah seharian capek gw balik ke hotel sorenya, mandi dan tidur bentar (ketiduran). bangun2 udah jam 7 waktu sana, laper dan akhirnya cari makan sekaligus ketemu sama Diki, temen SMP yang kerja di mcd
Foto bareng sama mas2 mcd (piss)
Abis makan karena udah malem banget, sekitar jam 10an gw balik ke hotel, sempet si ga nyaman dengan lingkungannya, yang bayak ayam dan banci nawarin diri, sehingga sempet niat check out malam itu juga. cari2 hostel letaknya jauh, dan karena pertimbangan biaya ga jadi pindah juga karena besoknya udah harus pulang lagi ke Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babymoon Jepang Day 3 part 2 : Lautan Cendol di Osaka

kenapa malah kayak banci keciduk -_- Setelah seharian main di universal studio Japan . Saya dan bu istri menjelajah Osaka di malam hari. Sebelum menuju hotel, tepat di depan pintu masuk universal studio ada semacam mal kecil yang bernama Universal Citywalk Osaka. di “mal” tersebut banyak toko-toko souvenir dan highlight-nya adalah takoyaki museum. Walaupun disebut musem, tetapi ini adalah deretan toko penjual takoyaki, Osaka memang terkenal akan takoyakinya. Walaupun banyak pelayannya, untuk membeli menu disini harus memakai mesin vending. Yang sangat unik penjual tiap toko berteriak-teriak untuk menarik pembeli, tetapi tidak ada tarik menarik seperti di terminal, semuanya sangat ramah dan tersenyum kepada tiap orang yang lewat. Saya dan bu istri cap cip cup saja memilih mana toko yang akan kami masuki. Masuk ke salah satu toko semua pelayan tidak bisa berbahasa inggris, walaupun begitu tersedia menu dalam bahasa inggris. Kami membeli satu paket takoyaki seharga 600 yen, tanpa disangka...

Babymoon Jepang Day 4 : Jatuh Cinta di Kyoto

Near Togetsukyo Bridge Saya jatuh cinta. bukan, bukan dengan cewe-cewe jepangnya, tapi jatuh cinta dengan keindahan Kyoto. Kata orang yang sudah pernah ke kyoto, pemandangan disini Juara!!!, suasana kota Jepang tempo dulu, alam yang indah dan suasana yang tenang ada semua dalam kota ini.  Kyoto adalah ibukota Jepang yang biasa disebut Edo sebelum pindah ke Tokyo pada tahun 1800an. Sayangnya saya hanya mengunjunginya 1 hari saja saat babymoon tahun 2016. Dan saya menyesal tidak menginap di kota ini. Mudah-mudahan next trip ke Jepang saya bisa menjelajahi kota ini lebih lama dan lebih dalam. DRAMA SEBELUM BERANGKAT Setelah seharian main di Universal Studio Osaka dan jadi cendol manusia malam sebelumnya, saya kecapekan dan terserang flu, badan saya agak hangat dan pilek saat bangun pagi-pagi sekali.  Untungnya saya pergi bersama dokter, setelah minum obat saya memutuskan kembali tidur dan bangun agak siang, sekitar jam 9. sekalian mengistirahatkan bu istri yang juga sedang ham...

Babymoon Jepang : Episode 1 (Tokyo day 1)

Setelah kira-kira 6,5 Jam perjalanan, yang mana adalah durasi terlama gw selama naik pesawat, sekitar jam 22.30 akhirnya gw sampai di Haneda, gw exited banget, foto sana sini, walaupun diluar gelap dan yang kefoto cuma city view yang sama kayak Jakarta. Antrian imigrasi di Jepang panjang dan mengular, tapi petugasnya sigap banget. Ternyata mereka lagi menerapkan system imigrasi baru, jadi ya pas antri gw dikasih form survey gitu, tapi gw Cuma harus ngasih form itu ke petugas di meja imigrasi. 15 menit kemudian gw udah resmi masuk jepang, negeri impian gw sedari kecil, tugas selanjutnya yaitu mencari spot tidur (untuk spot-spot yang bisa dipake tidur baca disini ) Gw dan bu istri belum bisa tidur walaupun waktu udah menunjukkan jam 12 malam, selain karena udah banyak tidur di pesawat juga karena Jepang lebih cepet 2 jam dari Indonesia, jadi jam biologis tidur gw belom menyesuaikan dengan jepang. Tapi setelah merem-merem dikit dan terlentang di bangku bandara yang empuk, gw akhirnya pule...