Langsung ke konten utama

awal permulaan

Wahh, akhirnya punya blog juga. udah sekian lama ngiri ngeliat orang yang sukses dengan blognya, dan akhirnya kesampean juga punya blog..

well ga ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik kan..dan mudah-mudahan ni blog bisa berguna buat siapa aja yang baca..(amin)

di blog ini, gw pengen ngebuka mata anak-anak muda tentang budaya luar, lebih tepatnya lagi tentang jalan-jalan.. banyak memang blog yang menceritakan tentang jalan-jalan, tapi gw disini pengen share lebih banyak tentang jalan-jalan sendiri( iya sendirian,bahkan keluar negeri)...

kenapa sendirian, banyak si alesannya.. yang bakalan nanti gw share di trit selanjutnya...

well  segini dulu ya perkenalannya, seperti yang gw bilang tadi, mudah-mudahan ni blog bisa membuat orang untuk jalan-jalan khususnya keluar negeri, supaya bisa membuat Indonesia tercinta ini lebih baik dengan membawa budaya yang baik-baik dari negara luar untuk diterapkan di Indonesia..

See you

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babymoon Jepang Day 3 part 2 : Lautan Cendol di Osaka

kenapa malah kayak banci keciduk -_- Setelah seharian main di universal studio Japan . Saya dan bu istri menjelajah Osaka di malam hari. Sebelum menuju hotel, tepat di depan pintu masuk universal studio ada semacam mal kecil yang bernama Universal Citywalk Osaka. di “mal” tersebut banyak toko-toko souvenir dan highlight-nya adalah takoyaki museum. Walaupun disebut musem, tetapi ini adalah deretan toko penjual takoyaki, Osaka memang terkenal akan takoyakinya. Walaupun banyak pelayannya, untuk membeli menu disini harus memakai mesin vending. Yang sangat unik penjual tiap toko berteriak-teriak untuk menarik pembeli, tetapi tidak ada tarik menarik seperti di terminal, semuanya sangat ramah dan tersenyum kepada tiap orang yang lewat. Saya dan bu istri cap cip cup saja memilih mana toko yang akan kami masuki. Masuk ke salah satu toko semua pelayan tidak bisa berbahasa inggris, walaupun begitu tersedia menu dalam bahasa inggris. Kami membeli satu paket takoyaki seharga 600 yen, tanpa disangka...

Babymoon Jepang Day 4 : Jatuh Cinta di Kyoto

Near Togetsukyo Bridge Saya jatuh cinta. bukan, bukan dengan cewe-cewe jepangnya, tapi jatuh cinta dengan keindahan Kyoto. Kata orang yang sudah pernah ke kyoto, pemandangan disini Juara!!!, suasana kota Jepang tempo dulu, alam yang indah dan suasana yang tenang ada semua dalam kota ini.  Kyoto adalah ibukota Jepang yang biasa disebut Edo sebelum pindah ke Tokyo pada tahun 1800an. Sayangnya saya hanya mengunjunginya 1 hari saja saat babymoon tahun 2016. Dan saya menyesal tidak menginap di kota ini. Mudah-mudahan next trip ke Jepang saya bisa menjelajahi kota ini lebih lama dan lebih dalam. DRAMA SEBELUM BERANGKAT Setelah seharian main di Universal Studio Osaka dan jadi cendol manusia malam sebelumnya, saya kecapekan dan terserang flu, badan saya agak hangat dan pilek saat bangun pagi-pagi sekali.  Untungnya saya pergi bersama dokter, setelah minum obat saya memutuskan kembali tidur dan bangun agak siang, sekitar jam 9. sekalian mengistirahatkan bu istri yang juga sedang ham...

Babymoon Jepang : Episode 1 (Tokyo day 1)

Setelah kira-kira 6,5 Jam perjalanan, yang mana adalah durasi terlama gw selama naik pesawat, sekitar jam 22.30 akhirnya gw sampai di Haneda, gw exited banget, foto sana sini, walaupun diluar gelap dan yang kefoto cuma city view yang sama kayak Jakarta. Antrian imigrasi di Jepang panjang dan mengular, tapi petugasnya sigap banget. Ternyata mereka lagi menerapkan system imigrasi baru, jadi ya pas antri gw dikasih form survey gitu, tapi gw Cuma harus ngasih form itu ke petugas di meja imigrasi. 15 menit kemudian gw udah resmi masuk jepang, negeri impian gw sedari kecil, tugas selanjutnya yaitu mencari spot tidur (untuk spot-spot yang bisa dipake tidur baca disini ) Gw dan bu istri belum bisa tidur walaupun waktu udah menunjukkan jam 12 malam, selain karena udah banyak tidur di pesawat juga karena Jepang lebih cepet 2 jam dari Indonesia, jadi jam biologis tidur gw belom menyesuaikan dengan jepang. Tapi setelah merem-merem dikit dan terlentang di bangku bandara yang empuk, gw akhirnya pule...